Poetry Hujan : Purnama di malam gerimis

Kawan, lihatkah kau luna malam ini ?
ia tengah bersedih
mata bundar pipihnya memutih
kadang nyalang,  seringkali terkatup rapih
dan air matannya yang jatuh pada atapku yang bergincu putih
adalah hujan rinai yang tak jua kunjung letih
sementara malamku sebentar lagi disapih

Kawan, hiburlah kembali lunaku yang bersedih
tanpanya hitam legam malamku jauh dari syahdu
padahal hanya itu milikku satu
diantara ribuan penat onak duri setelah pagi berlalu
serta keluh kesah resah batang – batang padi kepada benalu
dan para kerbau kepada bajaknya sendiri yang berpura lugu

Kawan, kemanakah perginya luna pengantinku ?
malam ini baru pukul tiga selepas satu
apakah ia dibawa pergi hujan yang telah menderu ?
ataukah engkau yang melarikannya dariku ?

Biarlah kutunggu kembali lunaku semusim kapal saudagar berlalu…

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

Posted in feelin' Blue | 6 Comments

Poetry Hujan : Nyanyian tepi pantai

Tegak disini pada bentang bumi
termangu pasrah dihimpit sunyi yang gemersik
sepi kali ini kataku kemarin…
sepi saat ini ujarku hari ini…
sementara deru ombak mematahkan makna sunyi
dan camar – camar tetap saja beryanyi tanpa perduli
pada tonggak – tonggak yang berdiri memancang angkuh di pingiran tepi

Ahhh… Senja merajuk hari ini
sedikit tersungut pada mentari yang mulai surut
merajuk pada hujan pemalu yang berkilau diterpa semburat jingga sang mega
dan para camarpun memekik gegap gempita
“sini… sini… nikmati lukisan sang pencipta” ujar mereka
dadaku pun mengembang tanda suka cita
sungguh bahagia adalah kata yang sulit dicerna

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

Posted in feelin' Blue | 2 Comments

Poetry Hujan : Aku Pulang…

Ayah, aku pulang…
pada punai – punai yang bersembunyi di rimbun dedaunan
dalam rinai damai hujan petang ranah minang
kupenuhi keinginanmu yang sejak dulu tergadaikan
tuk bersama kita bersimpuh di bumi nenek moyang

Ayah, aku pulang…
kubawa serta adik – adikku dibelakang
bersama pasangan hatimu yang kemarin sejenak kau tinggalkan
dan sedu sedannya yang tak kunjung henti sepanjang jalan
senjapun berpacu liar berkejaran

Ayah, aku pulang…
kau sambut kami bisu dalam diam
dan sekendi air yang telah disiapkan
tergesa kumandikan engkau sekujur badan
teriring do’a yang tak terdengar kuucapkan

Ayah, engkau telah berpulang…
bersama keinginanmu untuk kembali keharibaan ranah minang
meninggalkan penat rantau tempat kami lahir dan engkau besarkan
dan buah dari pahit getir keringat yang telah engkau cucurkan
serta sejumput kenangan yang tak kan terlupakan

Ayah, aku pulang…
rinai hujan telah menjadi deru
senjapun menghitam kian temaram
gundukan tanah merah basah telah kurapikan
dan do’a – do’a yang telah dipanjatkan
semoga ALLAH mengabulkan

Ayah, aku pulang…
bersama duka yang kian menganga
dan kerinduan tanpa tepi diujung cakrawala
bumimu kian jauh mengerdil kutinggalkan
sementara dawai hujan belum juga mau berhenti bersahutan
disini diatas awan… dan bersemayam diam mendekam diujung hati terdalam…

Continue reading

Posted in feelin' Blue, Sejumput Kenangan | 8 Comments

Selamat Bertugas Pak Timur

Salah satu berkah (kalau dianggap terlalu ekstrim disebut dampak negatif) dari bergulirnya reformasi adalah kebebasan media yang terbuka sebebas-bebasnya. Bahkan jika akhirnya menabrak kebebasan pihak lain pun dianggap biasa dan lumrah, tengoklah liputan infotainmen yang jelas – jelas menabrak kebebasan si objek yang diliput atau kasus majalah porno playboy Indonesia ketika penggagas majalah tersebut di ciduk polisi, bukan main kuatnya dukungan dari sesama pekerja media.

Bahkan dalam salah satu acara diskusi (Jakarta Lawyers Club) sang pembawa acara (Karni Ilyas) dalam bentuk protesnya kepada anggota komisi hukum DPR yang hadir sampai meyisipi pesan khusus terhadap masalah majalah playboy ini dengan ungkapan bahwa lebih baik memperkosa daripada menerbitkan majalah playboy karena tuntutan hukumanya lebih tinggi kasus pornografi daripada kasus perkosaan, padahal materi diskusi bukan mengenai hukum yang ada kaitannya dengan pasal pornografi.
Continue reading

Posted in Sok Tau ahhhh... | 5 Comments

Senja di Bandar Jakarta

Kata orang bijak penghibur diri yang terbaik adalah alam, alam bisa melenturkan emosi mencairkan hati, bahkan penat yang tiap hari menjadi penggerus diri pun bisa terobati.

Paling tidak untuk sejenak menghimpun kembali semangat dan tenaga untuk esok hari.

Yang termudah bisa dinikmati dari alam adalah kala senja menjelang. Ketika semburat lembayung mulai menghiasi langit dan mentari yang kian ramah lembut menerangi, entah dijalan bisa dirumah atau sudah tentu kala kita berada di tepi pantai, pergantian siang pada malam sungguh serasa menjadi karunia terindah Tuhan terhadap hari.

Continue reading

Posted in Gado - Gado | 1 Comment

Q! Film Festival

Mau dibawa kemana hubungan kitaaaaaa…” hehehe lagu nyendal – nyendul ini belakangan mulai jarang kedengaran, kalau saya cukil sebagian syairnya bukan karena saya penggemar lagu tersebut tapi kebetulan saja syairnya cocok buat hati saya yang kian hari kian gundah ini hehehe halah jadi sok melo qiqiqi…

Lalu apa hubunganya dengan Q! Film Festival ? ya mbuh, entahlah, cuma kalau pembaca yang budiman pernah mendengar festival film yang satu ini tentu mahfum kalau ini bukan festival film biasa. Betul ! festival film ini  mengkhususkan film-film tentang kehidupan para gay dan lesbian aka pelaku pencinta sesama jenis. Lha terus apa urusan kita ? wong di negara yang “sudah maju” budayanya hal tersebut sudah biasa, bahkan sudah ada beberapa negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis, kenapa kita mesti usil dengan urusan moral seseorang ? betul ?…

Betul ndasmu ! lah kalau itu festival di negara antah berantah siy gak masalah tapi wong festival ini dilaksanakan di sini je, di Indonesia yang katanya negara yang penduduknya berbudaya halus dan penuh sopan santun, yang ceritanya negeri yang sangat kental nilai-nilai keagamaanya, yang faktanya adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, lagipula apa iya ada agama yang mengajarkan kehalalan pernikahan sesama jenis ? lantas kalau ada yang menghalalkan lalu mau dibawa kemana hubungan tersebut ? trus apa sih makna pernikahan ? apa sekedar melegalkan hubungan seks hingga tidak perlu harus antara lelaki dan perempuan ? halah lagi – lagi pertanyaan klise,  sama klisenya dengan alasan “kebhinekaan” dan “kebebasan beragama” yang seringkali salah kaprah dijual para pengusung SEPILIS demi menjejalkan faham sekulerisme, pluralisme dan liberalisme agama yang kian hari kian kencang di negri tercinta ini.

Setelah paham sekulerisme, pluralisme dan liberalisme agama dikumandangankan dan dijejalkan via media-media dan pengamat-pengamat yang memiliki sejuta label seperti cendikiawan, budayawan dan label – label tetek-bengek lainnya, kini kehidupan menyimpangpun kian diumbar atas nama hak asasi manusia, atas nama menghormati perbedaan, dan atas nama – atas nama lainnya.

Jika ada segolongan orang mulai curiga ada agenda tersembunyi yang sedang dijalankan apakah bisa disalahkan ? bukankah faktanya begitu banyak tv – tv swasta yang menayangkan VOA (Voice of America) dengan entah apa tujuan akhirnya ? dan hampir dalam setiap acara diskusi, debat, temu panel, dan lainnya pada hampir seluruh tema (politik, hukum, budaya, agama, dll.) selalu saja ada narasumber pengusung sepilis yang ditampilkan ?

Cuma kalau mau berkaca pada sejarah, kita memang harus hati – hati, sebagai penyegaran sejarah mumpung sekarang tanggal 30 September, silahkan dilihat lagi intrik intelejen dalam kasus G 30 S yang menghebohkan itu yang diulas detik.com :

1. Fakta Baru G30S (1) Intelijen Komunis Cekoslowakia Ikut Bermain

2. Fakta Baru G30S (2) Faktor Agen Pavka dan Seorang Pociatek

3. Fakta Baru G30S (3)Target Intelijen Cekoslowakia: Melumpuhkan Upaya Amerika

4. Fakta Baru G30S (4) ‘Berita Koran dan Palmer Agen CIA’

Meski ulasan tersebut lebih menitik beratkan kepada menyudutkan lawan CIA (intelejen Ceko), paling tidak dari ulasan tersebut kita bisa mahfum bahwa memang dalam sejarah negri ini tidak terlepas dari intervensi negara-negara lain yang coba menjejalkan faham yang menurut mereka “paling benar” dan bukan kebetulan bidang yang paling sering dijadikan tunggangan adalah “seni dan budaya”

Kembali kepada cukilan bait lagu diawal postingan ini, mari kita dendangkan gubahan terbaru bait lagu tersebut untuk para pemimpin kita:  “Mau dibawa kemana negeri iniiiiii…

Posted in Insyaf Yuuu... | Tagged | 12 Comments

Cinta Sunyi

Pada pertemuan, tahukah kau apa yang kurasakan ? sebait dendang tentang cinta yang kian jalang meronta meminta diperjuangkan. Meski coba kubawakan dengan tenang, namun rona merah kegalauan tak pernah bisa kusembunyikan, gelisah dalam bisu duduk menciut termenung disudut bangku kelas paling belakang.  Sementara keseharianmu adalah dendang riuh gadis muda menjelang matang, penuh canda ceria layaknya romansa remaja SMA perkotaan. Lalu siapakah aku untuk berani coba berterus-terang ? lelaki kusam dari pinggiran, mengusung asa yang barangkali hanya mimpi belaka, pada rasa yang tidak pernah bisa dipadamkan.

Saat itu kita masih baru mulai kelas satu.

Pada permulaan, kita seringkali beradu pandang, entah aku entah engkau yang memulai menyapu pandang, sementara dadaku kian berdegup kencang, cintaku tetaplah bisu dalam kegamangan, kemudian tertunduk tanda kekalahan, pada rupa diri yang serasa tak pernah bisa dibanggakan, pada keadaan yang tidak akan bisa sama dengan kawan lain seangkatan. Namun entah mengapa senyummu selalu kau suguhkan, disetiap pagi menjelang pelajaran, dan juga petang saat hendak pulang. Sementara cintaku tetaplah kebisuan, bisu terhadap nyali yang kurang nyalang, bisu terhadap kesadaran yang terlalu mengkekang, bisu terhadap cinta yang tak pernah bisa kujabarkan.

Sungguh aku suka melihat kebiasaanmu menutup pintu kelas selepas guru datang.

Pada waktu yang terlewatkan, rinduku yang terpendam kian pudar seiring bayangmu yang kian samar. Hanya sesekali kita bersua diujung jalan, kadang dipintu gerbang kadang juga saat pulang. Aku disisi satunya engkau diseberang, sama -  sama menunggu angkutan untuk pulang, tanpa sepatah-katapun terucapkan.

Saat itu kelas dua kita berbeda ruangan.

Pada cinta yang terabaikan, engkau mulai bosan menunggu, sejumput rasa mulai berani kau sampaikan, melalui teman sebangkumu, bahkan kertas hasil ulangankupun kau hantarkan langsung kepadaku, beserta senyum tulus penuh asamu, sementara aku masih  kaku, lidahku kelu dan tetap diam berendam dalam bisu. Tak kupedulikan kawan lain yang menyemangatiku dan kuacuhkan teman sebangkumu yang tulus mengabarkan cintamu. Sungguh aku kerdil bodoh yang pemalu.

Saat kita kelas tiga entah kenapa kita kembali seruangan.

Pada perpisahaan, cinta yang bersemi tanpa pertautan meruncing tajam dipenghujung masa kelulusan, engkau masih menunggu sementara aku tetap dalam diamku, hari terakhir UMPTN adalah kala terakhir pula aku melihatmu, duduk menungu diteras selepas bubaran, dan akupun meghindar lewat gerbang belakang.

Entah mengapa ujianpun kita seruangan.

Pada pendewasaan, kubiarkan cinta sunyiku berlalu tanpa penyelesaian, bersama rindu semuku saat kita mulai berjauhan, dan kian berjauhan, dan kemudian hilang bersama waktu berjalan.

Cerita ini hanya cerita fiktif untuk memeriahkan Agustus di Ceritaeka

Continue reading

Posted in feelin' Blue | 27 Comments

Kafilah dan sang anjing

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَتَكُونُ أُمَرَاءُ فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا

Rasulullah shallallahu ’alaih wa sallam bersabda :  “Akan muncul pemimpin-pemimpin yang kalian kenal, tetapi kalian tidak menyetujuinya. Orang yang membencinya akan terbebaskan (dari tanggungan dosa). Orang yang tidak menyetujuinya akan selamat. Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa). ” Mereka bertanya :  ”Apakah kami perangi mereka?” Nabishallallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Tidak, selagi mereka masih shalat.” (HR Muslim 3445)

Seorang kafilah dalam perjalanannya bersua dengan seekor anjing buas lagi beringas yang terjerat tubuhnya pada sebatang pohon, sang anjing berusaha menerkam sang kafilah namun selalu terhalang oleh jerat yang ada pada tubuhnya, berkatalah sang anjing kepada kafilah “wahai kafilah lepaskanlah jerat pada tubuhku, sehigga aku bisa berlari mengejarmu agar bisa kubenamkan taring runcingku ini pada tubuh ringkihmu” sang kafilah yang terheran-heran bertanya balik kepada sang anjing “wahai engkau anjing buruk rupa kenapa pula aku lepaskan jerat pada tubuhmu sementara engkau hendak mencelakaiku ?” sang anjingpun menjawab “wahai kafilah engkau lihatlah tali yang menjeratku ini, bukankah tali ini bisa engkau gunakan untuk mengganti tali terompahmu yang sudah hampir putus itu ? lepaskanlah aku sehingga engkau bisa memperbaiki terompahmu serta melanjutkan perjalananmu dan akupun bisa menerkammu !” sang kafilah pun tanpa menjawab lagi kemudian berlalu.
Continue reading

Posted in Insyaf Yuuu... | 9 Comments

Gagahnya BYSON

Bukan mau ikut-ikutan sok techiee kalau aku ikutan bikin postingan kaya gini    (* jadi jangan nanya detail soal istilah yaaaa *), tetapi berhubung istri lama sudah kurang sesuai dengan bobot badanku yang kian menggelembung rasanya memang sudah saatnya mencari istri baru, meski jujur istri lamaku si Jupe binti Jupiter MX tetaplah sangat bisa diandalkan dan sangat memuaskan. Tarikan mantaf, lari diatas 120km masih stabil tanpa goyang ndangdut, bensin pun gak boros-boros amat, so sebenarnya gak ada masalah dengan si Jupe, cuma ya itu tadi si Jupe terlalu mungil wat badanku yang kelas berat ini. Jadi biar kian jatuh hati sama si calon istri baru kupasanglah foto nya disini hehehe…

Continue reading

Posted in Gado - Gado | Tagged , , | 3 Comments

Pahlawan Tua Pinggir Kota

Pahlawan Tua Pinggir Kota


Aku ingin memberontak !
Dadaku membuncah sebentar lagi meledak,
Kusiapkan bedilku seraya mendengus seperti badak,
Dak… dak… dak…
Aku tersungkur di tengah lapak,
Pening nanar kepala memar karena tergasak,
Kompeni – kompeni tegap itu kian beringas bertindak,
“Jangan jualan disini !” ujar mereka membentak.

Aku kalah, aku menyerah, aku pasrah,
Bedilku sudah lama tak terasah,
Tanpa peluru, tanpa mesiu hanya sebatang tongkat basah,
Yang kupungut dari pinggiran kali mirip kubangan sawah,
Terikat kain lusuh dua warna yang dulu bagiku selalu bertuah,
Merah putih pujaanku saat masih muda lagi gagah,
Saat berteriak lantang “Merdeka !” menghadang penjajah,
Kini aku hanyalah orang tua renta penjual barang sampah.

Dihimpit gedung tinggi dibelantara kota ini,
Aku belum merdeka !
Ditengah deru dan bising negri,
Anakku belum merdeka !
Diantara berjejalnya mobil mewah dan orang berdasi,
Cucuku belum juga merdeka !
Ditempa peluh panas dan penat tubuh ini,
Hanya jiwaku yang merdeka !

Aku tidak menyesal,
Meski dulu pergi menantang ajal,
Sementara kini nafas kian tersengal,
Dan kisahku cuma sepenggal,
Serta himpitan beban hidup yang tak bisa kusangkal,
Aku tidak akan menyesal !

Hidupku untuk negri ini,
Nyawaku untuk bangsa ini,
Meski namaku belum pernah terpatri,
Aku bangga pernah mengabdi,
Kan kukembangkan senyum saat mati nanti.

Aku hanyalah sekedar anak bumi pertiwi,
Semoga ALLAH meridhai.

ikutan Gelar Puisi Aku Cinta Indonesia…

Posted in feelin' Blue | Tagged | 8 Comments

Duka Ranah Minang

 

Saudaraku,
Jika tanah yang merekah serta api yang membuncah adalah kalam
Dimanakah rasa hendak dipanjikan
Sementara jerit tangis dan isak sendu buah hati telah terbungkam
Memejam pasrah dengan wajah ikhlas meski tanpa ruh lagi terdiam
Akankah pintu surga yang terbuka dianggap kelam ?

Saudaraku,
Sepinggan penat berbumbu keringat telah coba kami kirimkan
Tentulah belum sebanding dengan luka yang mencekat
Belum lagi puing debu serta liang lahat
Kemanakah dawai duka hati ini akan tertambat ?
ranah dan rantau sungguhlah tidak dekat

Saudaraku,
Meski do’a yang teriring tidaklah terlihat
Dan biru lebam belum lagi bertobat
Semoga ALLAH memudahkan sanak kerabat
Hendaklah duka ranah minang saja yang terangkat mangkat
tali kita sungguhlah kuat

Daan Mogot Duka Oktober 2009

Posted in feelin' Blue | Tagged , , | 5 Comments

Gempa di Jakarta

Telah terjadi gempa di Jakarta pada hari Rabu 2 September 2009 pukul 14:58 WIB selama kurang lebih 1 menit. Guncangan dari lantai 8 daerah grogol tempat saya duduk terasa sekali menunjukan besarnya kekuatan gempa di Jakarta kali ini

Posted in Gado - Gado | Tagged | Leave a comment

Negara Bukan Bukan

Sebagai anak bangsa sudah selayaknyalah kita bangga dengan negara ini, dan memang kebanggaan sebagai warga negara Indonesia tidaklah pernah luntur dalam dada dan sanubari.  Namun toh tidak juga harus menutup mata dengan apa yang telah terjadi sepanjang sejarah perjalanan bangsa ini baik sebelum menjadi negara maupun setelahnya. Salah satunya adalah kenyataan bahwa negara ini adalah negara yang bukan – bukan.

Sudah sangat umum kita ketahui bahwa negara kita tidak menganut sistem demokrasi parlementer meski pada prakteknya kekuatan legislatif jauh lebih besar daripada presidennya selaku eksekutif.  Begitu juga jika pertanyaan apakah negara ini adalah negara sekuler atau negara berdasarkan agama tertentu bisa dipastikan bahwa para petinggi kita akan menjawab bahwa negara kita bukan negara sekuler dan juga bukan negara agama tetapi negara pancasila meski jika diminta mendeskripsikanya selalu mengambang dan jauh panggang dari api.

Salah satu yang bukan – bukan adalah hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel, meski secara resmi baik anggota dewan maupun petinggi pemerintahan mengatakan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Pasca tergusurnya Eyang Kakung mulai terkuak hubungan mesra tapi rahasia Indonesia dengan Israel, oleh pelakunya yang notabone perwira tinggi militer kisah hubungan mesra tapi rahasia ini telah di bukukan dan disebarluaskan (* kasus pengiriman pilot Indonesia ke Israel *).

Kisah terbaru  adalah disitanya senjata pindad di Filipina, dimana ditemukan ratusan pucuk senjata produksi pindad yang khabarnya menggunakan merk galil-israel. Pindad sejatinya hanya memiliki lisensi pembuatan senjata dari FN Belgia yang dinamai Senapan Serbu (SS)  diantaraya SS1 & SS2 dan telah diaplikasikan oleh beberapa jajaran TNI dan Polri, lalu bagaimana mungkin senjata yang disita oleh pihak berwenang Filipina yang jelas- jelas terpatri di bagian senjatanya sebagai produksi Pindad – Bandung – Indonesia tetapi bermerk Galil-Israel ?

Lucunya lagi Pindad telah mengakui bahwa senjata – senjata tersebut adalah buatan mereka dan diekspor atas permintaan pemerintah Filipina dan Mali melalui salah satu agen rekanan resmi pemerintah Filipina, lalu kenapa kemudian malah disita dan di tahan ? kenapa pula tidak dijelaskan secara resmi apakah senjata – senjata tersebut menggunakan nama SS atau Galil ? jika ada sangkut pautnya dengan Israel, apakah Pindad resmi sebagai pemegang lisensi Galil atau malah Israel hendak menggunakan SS produksi Pindad dengan nama Galil dan bukan untuk Filipina dan Mali ?

Disinilah kemudian label negara bukan bukan kian melekat, Pindad sebagai BUMN tentu juga merepresentasikan Negara sebab kepemilikanya dibawah naungan pemerintah, bahkan Panglima TNI yang terpilih otomatis menjadi salah satu komisarisnya. Jika secara resmi Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel lalu bagaimana mungkin Pindad bisa memegang lisensi Galil ? atau katakanlah Pindad mengekspor senjata untuk Israel, bagaimana hal tersebut bisa terjadi tanpa hubungan diplomatik  ? bukankah jual beli senjata termasuk kebijakan strategis yang seharusnya diputuskan oleh pemerintah bukan hanya dari pihak pindad semata ?

Sebagai warga negara Indonesia dan juga sebagai muslim yang hidup di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia  tentu akan sangat miris jika suatu saat mendengar senjata buatan negaranya digunakan untuk membunuh para mujahid di palestina sana, jika hal tersebut benar – benar terjadi sungguh suatu ironi yang menyedihkan dan akan kian menyuburkan radikalisme sebagai bentuk ekses dari kekecewaan ummat muslim Indonesia terhadap pemerintahnya yang kian lama kian menggunung, semoga saja hal tersebut hanya sekedar asumsi dangkal dan tidak akan pernah terjadi…

Posted in Sok Tau ahhhh... | Tagged , , | Leave a comment

Ganyang Malaysia

Minang Maimbau

Minang Maimbau

Kata orang seringkali sejarah berulang mungkin ada benarnya, coba tengok hubungan indonesia – malaysia, pasang surut hubungan negara serumpun ini bahkan juga pernah di bumbui dengan aksi pertikaian senjata. Nun dahulu kala ketika presiden pertama kita berkuasa, dengungan “Ganyang Malaysia” seakan menjadi mantra penyemangat muda – mudi kita untuk berangkat dan menyusup ke dalam batas negara malaysia dengan heroik dan patriotik.

Adalah pertikaian para koboy dengan seterunya beruang merah beserta bambu kuning yang dulu menjadi asal muasal gerakan “Ganyang Malaysia” membahana, bahkan kelahiran negara Singapura pun salah satunya tidak lepas dari campur tangan pemerintah kita kala itu yang mensupport berdirinya negara baru singapura ditanah Melayu,  meski barangkali keterlibatan tersebut tidak diakui secara resmi.

Jika sekarang dengungan “Ganyang Malaysia” kembali membahana apakah karena urusan “sepele” komunis dan kapitalis saja ? rasanya kita sebagai anak bangsa harus mengakui bahwa kali ini saudara serumpun kita itu yang keliru. Setelah mengakuisisi Sipadan dan Ligitan (* meski harus diakui juga karena keteledoran pemerintah kita yang kurang peduli *), kemudian dengan arogan mempatenkan batik, koq sekarang bisa – bisanya membuat iklan kunjungan wisata ke Malaysia dengan menampilkan budaya milik indonesia.

Belum lagi istilah “Indon” yang sangat melecehkan serta kasus – kasus penyiksaan TKW oleh warga Malaysia (* yang entah kebetulan atau tidak dilakukan oleh etnis tertentu non melayu *).  Bahkan yang paling potensial kembali menjadi konflik bersenjata adalah kasus Ambalat yang sudah melibatkan tentara kedua negara.

Lalu apakah kita begitu saja mengamini semboyan “Ganyang Malaysia” ?, tunggu dulu, barangkali kita perlu menelaah bahwa selain banyaknya konflik yang telah terjadi, yang membedakan kita dengan warga malaysia pada umumnya hanyalah “sekat negara“. Sebagai bangsa kita adalah serumpun meski berbeda negara, sebagai ummat muslim apalagi, kita jelas – jelas bersaudara.

Meski bukan berarti kita menerima begitu saja pelecehan yang mereka lakukan, tetapi bukan berarti perselisihan yang terjadi dengan mudah menjadikan mereka “musuh” kita yang perlu dicaci maki atau bahkan diperangi dengan senjata. Apalagi jika di telaah lebih mendalam ternyata selain bangsa serumpun bahkan bagi “urang minang” (* dan juga Bugis, melayu Riau, dll. *) malaysia khususnya Negeri Sembilan memiliki nilai emosianal tersendiri.

Posted in Sok Tau ahhhh... | Tagged , , | 6 Comments

“ISLAMOPHOBIA”

Sungguh ironis negri yang kucintai ini, keramah-tamahan yang dulu sangat lekat dengan penduduknya hendak dirubah hanya atas nama “memerangi teroris“, hubungan bertetangga yang hangat dan penuh tenggang rasa dicampakan begitu saja dengan himbauan “hati – hati tetangga anda siapa tahu teroris“, masyarakatnya yang selalu berbaik sangka harus penuh selidik dan curiga terhadap siapa saja yang datang dengan dalih “kewaspadaan terhadap teroris” bahkan mengusir orang jadi hal yang biasa hanya dengan alasan si warga baru “mencurigakan” atau “kurang mau bergaul“.

Yang lebih menggelikan lagi, di negri yang kata orang berpenduduk muslim terbesar di dunia ini untuk urusan dakwah dan khotbah pun harus di tunggui polisi hanya karena khawatir khotbah disusupi teroris. Menjadi lucu karena dengan begitu besarnya jumlah ummat muslim di negri ini berapa orang polisi setiap jum’at nya yang harus dikerahkan ? menjadi menyedihkan karena baik polisi yang mengawasi maupun pemerintah yang menugasi ternyata di “KTP” mereka kolom agamanya tertulis beragama “ISLAM”.

Phobia terhadap ISLAM yang menjangkiti “Barat” ternyata sudah menjalar dan meluas begitu pesat, bukan saja menjangkiti para bule yang memang dalam hatinya penuh penyakit terhadap ISLAM, tapi dengan sukses dan liciknya negri – negri yang secara geografis berpenduduk mayoritas muslim pun “ditulari” dengan suksesnya, bahkan mereka rela membunuh saudara seimannya dengan dalih memberantas teroris tanpa peduli benar atau tidak tuduhan itu.

Negara adidaya yang sebelumnya begitu ketat meng-embargo negri ini ketika memang sangat memerlukan alutsita karena masalah separatis, justru jor – joran melatih dan mempersenjatai polisi kita hanya untuk berprilaku “koboy” terhadap saudara seimannya seperti nenek moyang mereka memperlakukan penduduk asli disana dahulu kala. Bahkan dengan angkuhnya mereka melabeli setiap muslim sebagai “teroris” atau “islam radikal” kepada ummat yang berpegang teguh pada akidahnya, sementara mereka mendidik, mendanai dan mendoktrin penganut “agama islam” yang sesuai dengan selera mereka serta melabelinya dengan istilah yang mewah sebagai “cendikiawan muslim”, “budayawan”, “pemerhati islam” atau bahkan gelar bergengsi Phd kajian islam bahkan proffesor sekalipun.

Lalu hendak menjadi seperti apakah negri ini selanjutnya? apakah ummat muslim negri ini mulai berubah menjadi buih dilautan ataukah sedari dahulu kala memang sekedar buih dilautan ? sehingga mudah dibodohi dan dipengaruhi ? Wallahualam bissawwab.

Posted in Sok Tau ahhhh... | Tagged , , | 1 Comment