Nikah Sirri dan Waris untuk Anak HasilPernikahan Tersebut

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ustaz, pernah dulu saya berpacaran dengan seseorang sampai akhirnya kami “kebablasan” dan yang lebih bikin saya shock adalah ternyata lelaki tersebut sudah punya istri. Namun lelaki tersebut memiliki itikad baik dengan bermaksud menikahi saya, tapi karena istrinya tidak setuju akhirnya dia “lepas tanggung jawab” begitu saja, tanpa mempertahankan saya. Dan karena saya sudah kadung sedih, sakit hati dan tidak mau tambah pusing dengan masalah ini saya memutuskan untuk menjauhi dia dengan tinggal di luar kota. Sampai pada bulan ini saya datang kembali ke Jakarta.

Dan saya coba untuk ‘bersilahturahmi’ kembali dengan dia karena sudah hampir setahun tidak berhubungan sama sekali. Ketika kamu bertemu, ada yang bikin saya kaget, yaitu keinginan dia untuk walimahan dengan saya. Tapi secara sirri — karena dia tidak mau memberitahu istrinya. Selain istrinya tidak memberi izin dia menikahi saya di KUA dengan alasan apapun.

Pertanyaan saya:

1. Halalkah pernikahan sirri itu? Dan bagaimana hukumnya apabila pernikahan tersebut hanya merupakan bentuk pertanggung jawaban kami atas perzinahan yang kami lakukan dulu?

2. Bagaimana hak waris anak hasil pernikahan tersebut? Dengan melihat kondisi bahwa pernikahan tersebut adalah benar-benar pernikahan yang disembunyikan kecuali dihadapan Allah.

3. Apakah kelebihan dan kelemahan pernikahan sirri itu? Demikian pertanyaan saya. Mohon jawaban dan saran dari ustaz, karena sungguh saya tidak ingin pernikahan ini akhirnya tidak menjadi ibadah untuk kami berdua.

Wassalamu’alaikum wr. wb.
Naura

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah,Waba’du

Sebaiknya anda sekarang ini bertobat dari dosa zina yang telah anda lakukan. Perbuatan itu adalah kemungkaran yang harus secara khusus anda bertobat kepada Allah SWT dengan sebenar-benar tobat. Untuk itu anda harus merasa menyesal, bersumpah tidak akan pernah mengulangi lagi dalam kondisi apapun serta selalu memohon ampunan dari Allah SWT.

Dosa zina lumayan pedih hukumannya, yaitu dicambuk sebanyak 100 kali dan diasingkan selama 1 tahun ke luar daerah tempat tinggalnya, bila pelakunya belum pernah menikah sebelumnya. Sebaliknya, bila pelakunya sudah pernah menikah sebelumnya, bila berzina maka hukumannya adalah dirajam, yaitu dilempari dengan batu hingga mati. Namun karena anda tidak tinggal di negeri yang memberlakukan hukum Islam, maka hukuman ini tidak boleh dilaksanakan begitu saja. Sebab hukum rajam dan sejenisnya mensyaratkan adanya sistem hukum yang formal dan berlaku secara umum serta diakui oleh pemerintahan yang syah. Tanpa semua itu, hukuman seperti ini tidak memenuhi syarat untuk dilaksanakan.

Tentang Nikah Sirri istilah nikah sirri sebenarnya bukan istilah yang baku, sehingga setiap orang punya penafsiran yang berbeda. Kita perlu klarifikasi terlebih dahulu, nikah sirri macam apakah yang dimaksud. Kalau nikah sirri itu bentuknya adalah menikah diam-diam tanpa wali yang syah dan 2 orang saksi, tentu saja hukumnya haram.

Tapi kalau bentuknya adalah merahasiakan pernikahan itu dari sepengetahuan istri pertama, hukum dasarnya halal. Sebab bila kita secara konsekuen melihat dengan kaca mata syariah, seorang laki-laki yang ingin menikah lagi tidak wajib meminta izin kepada istrinya terdahulu. Lepas dari masalah kerukunan atau bagaimana caranya yang bersangkutan me-manage permasalahan kecemburuan istri dan sejenisnya. Maka dalam hal ini, jawaban secara hitam putih hukumnya memang boleh-boleh saja anda dinikahi oleh laki-laki itu meski dia harus merahasiakan pernikahan anda berdua dari istri pertamanya. Namun apakah anda harus setuju atau tidak, semua kembali kepada anda. Kami menyarankan bahwa pernikahan itu harus resmi tercatat di KUA, meski pun tanpa sepengetahuan istri pertamanya. Ini penting terkait dengan jawaban kedua.

Hak Waris Anak

Dalam kasus anak yang lahir dari hasil zina atau di luar pernikahan yang syah, maka nasab anak itu akan hilang lantaran ayah yang menjadi bibit anak itu tidak menikahi ibu anak tersebut secara syah. Untuk itu, agar nasab anak tersebut bisa tersambung kembali, jalannya adalah dengan cara menikahkan pasangan zina menjadi suami istri yang syah.

Dengan demikian, nasab anak tersebut akan tersambung kembali kepada ayahnya. Dengan tersambungnya nasab ini, maka ayah itu punya kewajiban untuk memberi nafkah kepadanya. Juga anak itu akan mendapatkan warisan dari ayahnya Termasuk untuk menjadi wali bagi pernikahannya bila anak itu perempuan.

Bila anda tidak dinikahinya, maka anak itu tidak akan punya nasab kepada ayahnya, juga tidak akan mendapat warisan darinya dan juga tidak punya wali bagi pernikahannya bila anak itu wanita. Maka pada sisi ini, bila anda dinikahinya, anda serta anak anda diuntungkan dalam beberapa hal.

Wallahu a’lam bishshawab.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Ahmad Sarwat, Lc.

About Ferry ZK

Aku adalah gumpalan daging gempal yang membungkus tengkorak yang pada bagian luarnya diberi bentuk sehingga bisa digolongkan sebagai manusia.
This entry was posted in Fiqih Ahmad Sarwat, LC and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s