Q! Film Festival

Mau dibawa kemana hubungan kitaaaaaa…” hehehe lagu nyendal – nyendul ini belakangan mulai jarang kedengaran, kalau saya cukil sebagian syairnya bukan karena saya penggemar lagu tersebut tapi kebetulan saja syairnya cocok buat hati saya yang kian hari kian gundah ini hehehe halah jadi sok melo qiqiqi…

Lalu apa hubunganya dengan Q! Film Festival ? ya mbuh, entahlah, cuma kalau pembaca yang budiman pernah mendengar festival film yang satu ini tentu mahfum kalau ini bukan festival film biasa. Betul ! festival film ini  mengkhususkan film-film tentang kehidupan para gay dan lesbian aka pelaku pencinta sesama jenis. Lha terus apa urusan kita ? wong di negara yang “sudah maju” budayanya hal tersebut sudah biasa, bahkan sudah ada beberapa negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis, kenapa kita mesti usil dengan urusan moral seseorang ? betul ?…

Betul ndasmu ! lah kalau itu festival di negara antah berantah siy gak masalah tapi wong festival ini dilaksanakan di sini je, di Indonesia yang katanya negara yang penduduknya berbudaya halus dan penuh sopan santun, yang ceritanya negeri yang sangat kental nilai-nilai keagamaanya, yang faktanya adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, lagipula apa iya ada agama yang mengajarkan kehalalan pernikahan sesama jenis ? lantas kalau ada yang menghalalkan lalu mau dibawa kemana hubungan tersebut ? trus apa sih makna pernikahan ? apa sekedar melegalkan hubungan seks hingga tidak perlu harus antara lelaki dan perempuan ? halah lagi – lagi pertanyaan klise,  sama klisenya dengan alasan “kebhinekaan” dan “kebebasan beragama” yang seringkali salah kaprah dijual para pengusung SEPILIS demi menjejalkan faham sekulerisme, pluralisme dan liberalisme agama yang kian hari kian kencang di negri tercinta ini.

Setelah paham sekulerisme, pluralisme dan liberalisme agama dikumandangankan dan dijejalkan via media-media dan pengamat-pengamat yang memiliki sejuta label seperti cendikiawan, budayawan dan label – label tetek-bengek lainnya, kini kehidupan menyimpangpun kian diumbar atas nama hak asasi manusia, atas nama menghormati perbedaan, dan atas nama – atas nama lainnya.

Jika ada segolongan orang mulai curiga ada agenda tersembunyi yang sedang dijalankan apakah bisa disalahkan ? bukankah faktanya begitu banyak tv – tv swasta yang menayangkan VOA (Voice of America) dengan entah apa tujuan akhirnya ? dan hampir dalam setiap acara diskusi, debat, temu panel, dan lainnya pada hampir seluruh tema (politik, hukum, budaya, agama, dll.) selalu saja ada narasumber pengusung sepilis yang ditampilkan ?

Cuma kalau mau berkaca pada sejarah, kita memang harus hati – hati, sebagai penyegaran sejarah mumpung sekarang tanggal 30 September, silahkan dilihat lagi intrik intelejen dalam kasus G 30 S yang menghebohkan itu yang diulas detik.com :

1. Fakta Baru G30S (1) Intelijen Komunis Cekoslowakia Ikut Bermain

2. Fakta Baru G30S (2) Faktor Agen Pavka dan Seorang Pociatek

3. Fakta Baru G30S (3)Target Intelijen Cekoslowakia: Melumpuhkan Upaya Amerika

4. Fakta Baru G30S (4) ‘Berita Koran dan Palmer Agen CIA’

Meski ulasan tersebut lebih menitik beratkan kepada menyudutkan lawan CIA (intelejen Ceko), paling tidak dari ulasan tersebut kita bisa mahfum bahwa memang dalam sejarah negri ini tidak terlepas dari intervensi negara-negara lain yang coba menjejalkan faham yang menurut mereka “paling benar” dan bukan kebetulan bidang yang paling sering dijadikan tunggangan adalah “seni dan budaya”

Kembali kepada cukilan bait lagu diawal postingan ini, mari kita dendangkan gubahan terbaru bait lagu tersebut untuk para pemimpin kita:  “Mau dibawa kemana negeri iniiiiii…

About Ferry ZK

Aku adalah gumpalan daging gempal yang membungkus tengkorak yang pada bagian luarnya diberi bentuk sehingga bisa digolongkan sebagai manusia.
This entry was posted in Insyaf Yuuu... and tagged . Bookmark the permalink.

12 Responses to Q! Film Festival

  1. chocoVanilla says:

    Memang ngeri kalo ngikutin perkembangan negri ini😥

  2. ck ck ck
    ngeri kalo makin banyak yang dibaca ya mas
    mudahmudahan indonesia tak ikut2an melegalkan jenis komunitas itu😀

    qiqiqi… ngeri yang mananya niy ? yang kampanye hombreng pa intrik intelejennya ?…

  3. hobbyyes says:

    previously Greetings … Your blog is very interesting and I will definitely visit again.

    I have information about the hobby, maybe you’ll like it … ..

    Thx for ur visit…

  4. siho says:

    hahaha…”betul ndasmu”…saya suka kalimat ini
    say no to maho👿
    salam kenal mas…pertamax kesini..

    lhaaa koq milih yang itu bro qiqiqi…

    ho’oh no maho !

    salam kenal juga yaaaa…

  5. Eh, lagunya keren kok. Enak didengar & didendangkan.

    Mengenai orang hombreng memang ini salah satu bentuk penyakit masyarakat yang perlu disembuhkan. Namun perlu upaya bijak untuk menanggulanginya. Dan bukan dengan jalan kekerasan atau kekejian.

    Salam.

    “jalan kekerasan atau kekejian” itu yang gimana bro qiqiqi…

  6. nh18 says:

    Saya malah baru tau kalau ada festifal film khusus seperti itu …

    iiihhhh telat deh eikeh …

    salam saya Om

    Jiahhh OmNH ternyata… hihihi…

  7. semakin dipikirin juga kayanya semakin ‘rusak’ heheheheh. semangat aja deh yaaa :”D

    hihihi jadi gak usah dipikirin yaaa ???…

  8. advertiyha says:

    hiiii… serem ah..🙂

    tutup mata… tutup mata…😛

  9. Pakde Cholik says:

    Pernikahan sesama jenis..halah..halah…kayak main anggar jadinya.
    Ada yang enak kok milih yang nggak enak sih. Edan tenan.
    Makanya ajaran agama harus difahami secara benar agar langkah kita juga benar.

    Salam hangat dari Surabaya

    hahahaha bener PakDhe, apa serunya main pedang-pedangan yaaaaa qiqiqiqi…

    setuju PakDhe…

    salam hangat juga dari Jakarta

  10. negerianak says:

    ayoo posting lagi–posting lagi mas ferry….

    jiah malezzzzz… postingan gw gak lau qiqiqi…

  11. jumialely says:

    ditunggu postingan berikutnya mas ferry

    Ok deh lel…

    mari kita membangun generasi negeri ini mulai dari diri dan keluarga kita mas ferry, sehingga kita bisa membawa negeri ini ke arah yang baik, benar dan besar….

    mari… mari…

  12. bolang says:

    wah kalo seperti itu gambarannya jadi ngeri nih liat film itu

    film nya siy gak ngeri bro, cuma tujuannya itu, membudayakan perilaku menyimpang, soale kalau sudah terbiasa nanti dianggap biasa dan wajar binti normal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s