Kafilah dan sang anjing

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَتَكُونُ أُمَرَاءُ فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا

Rasulullah shallallahu ’alaih wa sallam bersabda :  “Akan muncul pemimpin-pemimpin yang kalian kenal, tetapi kalian tidak menyetujuinya. Orang yang membencinya akan terbebaskan (dari tanggungan dosa). Orang yang tidak menyetujuinya akan selamat. Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa). ” Mereka bertanya :  ”Apakah kami perangi mereka?” Nabishallallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Tidak, selagi mereka masih shalat.” (HR Muslim 3445)

Seorang kafilah dalam perjalanannya bersua dengan seekor anjing buas lagi beringas yang terjerat tubuhnya pada sebatang pohon, sang anjing berusaha menerkam sang kafilah namun selalu terhalang oleh jerat yang ada pada tubuhnya, berkatalah sang anjing kepada kafilah “wahai kafilah lepaskanlah jerat pada tubuhku, sehigga aku bisa berlari mengejarmu agar bisa kubenamkan taring runcingku ini pada tubuh ringkihmu” sang kafilah yang terheran-heran bertanya balik kepada sang anjing “wahai engkau anjing buruk rupa kenapa pula aku lepaskan jerat pada tubuhmu sementara engkau hendak mencelakaiku ?” sang anjingpun menjawab “wahai kafilah engkau lihatlah tali yang menjeratku ini, bukankah tali ini bisa engkau gunakan untuk mengganti tali terompahmu yang sudah hampir putus itu ? lepaskanlah aku sehingga engkau bisa memperbaiki terompahmu serta melanjutkan perjalananmu dan akupun bisa menerkammu !” sang kafilah pun tanpa menjawab lagi kemudian berlalu.

Kemudian kafilah lainnya kembali melewati jalan yang sama dan kembali bersua dengan sang anjing, sang anjing kembali beringas dan hendak menerkam kafilah tersebut, tetapi kembali jerat pada tubuh sang anjing menjadi penghalang, berkatalah sang anjing kepada kafilah tersebut “wahai kafilah aku adalah seekor anjing yang ditugasi untuk menghalangi setiap kafilah yang melewati jalan ini, jika aku mampu pasti akan kuterkam dan kutancapkan taringku ini, akan kuterkam setiap kafilah dari jenismu yang akan melalui jalan ini dan tentu engkau faham bahwa engkau dan jenismu pasti melalui jalan ini karena hanya jenismu yang mau melalui jalan ini dan bukankah jalan ini satu-satunya jalan yang ditunjukan oleh imammu ? oleh karena itu bunuhlah aku, lepaskan jerat pada tubuhku dan gunakan talinya untuk menggantungku” sang kafilah yang masih kurang ilmu tersebut tanpa berfikir lagi kemudian bergegas melepaskan jerat pada tubuh sang anjing, dalam hatinya ia bersorak satu lagi amalan baik ia kerjakan, bukankah dengan membunuh anjing tersebut maka kafilah – kafilah lain yang akan melalui jalan ini akan terbebas satu bahaya dari sekian banyak bahaya yang ada dalam menempuh jalan tersebut.

Namun seketika tali yang menjerat tubuh sang anjing terlepas, seketika itu pula taring-taring sang anjing menghujam kaki sang kafilah. Sang anjing dengan taring tajamnya kuat mencengkram kaki sang kafilah sehingga sang kafilah hampir mati kehabisan darah.

Dalam keadaan setengah mati setengah hidup sang anjing melepaskan taringnya dan mengawasi lekat-lekat sang kafilah, sang anjing sangat mahfum sang kafilah tidak ada tenaga untuk melawan maupun untuk pergi menyelamatkan diri.

“Wahai kafilah tanpa daya maukah kau kuberikan tawaran yang baik untukmu ?” kafilah menjawab dengan sisa tenaganya “apa yang engkau tawarkan untukku yang menjelang ajal ini ?” sang anjingpun tersenyum licik “kan kubawakan seorang tabib untuk merawat lukamu dan kubawa pula tuanku untuk memberimu beberapa kepeng emas agar dirimu sejahtera, asalkan engkau bersedia menjadi abdi tuanku, batalkan niatmu melalui jalan ini serta bawalah kafilah – kafilah lain kearahku dan bujuklah mereka untuk melepaskan ikatanku sehingga aku bisa menerkam mereka kapanpun kumau dengan begitu tuankupun tidak dipersalahkan atas apa yang kulakukan begitupun aku tetap berguna bagi tuanku untuk menghalangi setiap kafilah yang akan melalui jalan ini sehingga tuankupun bisa tercapai keinginanya agar tidak ada satupun kafilah melalui jalan ini dan engkaupun akan selalu mendapat kepeng emas atas segala jasamu !”

Demikianlah akhirnya sang kafilah kurang ilmu menjadi abdi setia tuan dari sang anjing dan melupakan tujuan awal sang kafilah melalui jalan tersebut.

Notes: kepeng-kepeng emas itu sekarang berwujud jabatan, kekuasaan, kucuran dollar, beasiswa study sarjana lanjutan ke negara-negara pembenci ISLAM,  gelar-gelar indah seperti cendikiawan muslim, professor, doktor, dll.  dan segala sesuatu kesenangan duniawi yang harus di barter dengan akidah serta kegiatan sesat dan menyesatkan…

About Ferry ZK

Aku adalah gumpalan daging gempal yang membungkus tengkorak yang pada bagian luarnya diberi bentuk sehingga bisa digolongkan sebagai manusia.
This entry was posted in Insyaf Yuuu.... Bookmark the permalink.

9 Responses to Kafilah dan sang anjing

  1. chocoVanilla says:

    Lha wong dah tau mo digigit kok ya dilepasin to? Nek aku mending kabuurrrr…..😀

  2. Ferry ZK says:

    Bertanyalah sang kafilah kepada sang anjing yang telah menjadi sekutu satu sama lain “bagaimana cara aku membujuk kafilah – kafilah lain agar mudah bagimu untuk kau terkam dan kau belokan dari jalan ini ?”

    “mudah saja” jawab sang anjing “ceritakan kepada kafilah – kafilah itu siapa aku dan apa tugasku, pasti mereka membenciku dan hendak membunuhku, kalau perlu katakan siapa sebenarnya tuanku, aku yakin mereka akan berlomba – lomba untuk membunuhku, kemudian tugasmu hanyalah menjaga agar mereka tidak membawa tali jerat sendiri untuk membunuhku sebab kalau itu yang terjadi celakalah aku, bujuk mereka agar menggunakan tali yang menjerat tubuhku saja untuk membunuhku sehingga mereka akan melepas tali yang menjeratku dan aku bisa dengan mudah menancapkan taringku ke kaki mereka”

  3. Pakde Cholik says:

    Jangan mudah tergoda oleh bujuk rayu yang menyesatkan. kelihatannya enak,namun hanya sesaat,setelah itu kita akan berada dan melalui jalan sesat.

    Salam hangat dari Surabaya

    Betul sekali PakDhe, wah PakDhe memang sangat bijaksana, salam hangat juga dari Bogor.

  4. Pakde Cholik says:

    Selamat pagi sahabat tercinta
    Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Saya juga menyampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih dari manajamen BlogCamp Group atas partisipasi anda pada acara unggulan Gelar Puisi dan Gelar Foto. Silahkan cek di
    http://abdulcholik.com/2010/08/21/pengumuman-pemenang-gelar-puisi-dan-foto/
    Terima kasih

    Salam hangat dari pakde Cholik Surabaya

    Pagiiiiii PakDhe… salam sejahtera juga wat PakDhe sekeluarga… wah koq bisa menanng yak🙂 tadinya kirain cuma menanggung malu aja qiqiqi… makasiihhhhh PakDheeeee…

    Salam hangat juga dari Bogor PakDhe

  5. advertiyha says:

    untuk itu kita diwajibkan menuntut ilmu setinggi mungkin dari manapun, agar tidak mudah terperdaya dan agar dapat lebih teguh menjaga iman kita..🙂

    ah, sok tau deh saya..🙂

    Loh koq sok tahu, emang betul koq hihihi… riwayat terorisme di negri ini ya seperti cerita diatas… padahal kalau semua muslim mengacu pada kutipan hadits diawal postingan ini barangkali ya gak kan terjadi hehehe… (*lebih soktau lagi wakakaka *)

  6. dafiDRiau says:

    mantap…!!!!

    apanya bro ? qiqiqi…

  7. Masda says:

    mending kabur gw kalo tau tuh anjing mau gigit gw, hehe…😆

    hahaha… betul bro kalau sesederhana gitu ngapain mau, cuma yaitu dalam kenyataan gak sesederhana itu

  8. arys says:

    Kalau udah tahu, mending engga usah melewati jalan tsb, pasti selamat

  9. Ferry ZK says:

    Cuma jalan itu yang di ridhai ALLAH SWT, jalan yang ditunjukanNYA sejak manusia pertama diciptakan, sementara jalan-jalan lain hanya menjanjikan keselamatan semu dan sesaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s