“ISLAMOPHOBIA”

Sungguh ironis negri yang kucintai ini, keramah-tamahan yang dulu sangat lekat dengan penduduknya hendak dirubah hanya atas nama “memerangi teroris“, hubungan bertetangga yang hangat dan penuh tenggang rasa dicampakan begitu saja dengan himbauan “hati – hati tetangga anda siapa tahu teroris“, masyarakatnya yang selalu berbaik sangka harus penuh selidik dan curiga terhadap siapa saja yang datang dengan dalih “kewaspadaan terhadap teroris” bahkan mengusir orang jadi hal yang biasa hanya dengan alasan si warga baru “mencurigakan” atau “kurang mau bergaul“.

Yang lebih menggelikan lagi, di negri yang kata orang berpenduduk muslim terbesar di dunia ini untuk urusan dakwah dan khotbah pun harus di tunggui polisi hanya karena khawatir khotbah disusupi teroris. Menjadi lucu karena dengan begitu besarnya jumlah ummat muslim di negri ini berapa orang polisi setiap jum’at nya yang harus dikerahkan ? menjadi menyedihkan karena baik polisi yang mengawasi maupun pemerintah yang menugasi ternyata di “KTP” mereka kolom agamanya tertulis beragama “ISLAM”.

Phobia terhadap ISLAM yang menjangkiti “Barat” ternyata sudah menjalar dan meluas begitu pesat, bukan saja menjangkiti para bule yang memang dalam hatinya penuh penyakit terhadap ISLAM, tapi dengan sukses dan liciknya negri – negri yang secara geografis berpenduduk mayoritas muslim pun “ditulari” dengan suksesnya, bahkan mereka rela membunuh saudara seimannya dengan dalih memberantas teroris tanpa peduli benar atau tidak tuduhan itu.

Negara adidaya yang sebelumnya begitu ketat meng-embargo negri ini ketika memang sangat memerlukan alutsita karena masalah separatis, justru jor – joran melatih dan mempersenjatai polisi kita hanya untuk berprilaku “koboy” terhadap saudara seimannya seperti nenek moyang mereka memperlakukan penduduk asli disana dahulu kala. Bahkan dengan angkuhnya mereka melabeli setiap muslim sebagai “teroris” atau “islam radikal” kepada ummat yang berpegang teguh pada akidahnya, sementara mereka mendidik, mendanai dan mendoktrin penganut “agama islam” yang sesuai dengan selera mereka serta melabelinya dengan istilah yang mewah sebagai “cendikiawan muslim”, “budayawan”, “pemerhati islam” atau bahkan gelar bergengsi Phd kajian islam bahkan proffesor sekalipun.

Lalu hendak menjadi seperti apakah negri ini selanjutnya? apakah ummat muslim negri ini mulai berubah menjadi buih dilautan ataukah sedari dahulu kala memang sekedar buih dilautan ? sehingga mudah dibodohi dan dipengaruhi ? Wallahualam bissawwab.

About Ferry ZK

Aku adalah gumpalan daging gempal yang membungkus tengkorak yang pada bagian luarnya diberi bentuk sehingga bisa digolongkan sebagai manusia.
This entry was posted in Sok Tau ahhhh... and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to “ISLAMOPHOBIA”

  1. chocovanilla says:

    GNKT = Gerakan Nasional Kenali Tetangga😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s