Minggu pagi yang mendebarkan…

rafting-d1.jpg

“Bentar lagi puasa koq malah family gathering ???…” itulah komentar awal waktu pertamakali ibunya anak – anak kasih tahu tentang acara tahunan kantornya, gimana gak kaget, lha wong pasar semakin rame sama penjual kembang koq malah mau fam-gath, bukan apa – apa menjelang puasa gini yang rame acaranya khan numpuk sembako sama latihan men-jama’ makan siang hi… hi…, apa ada seh yang malah planing-in rekreasi ?…

Tapi dari pada dibilang gak toleran ya sudah manut saja, apalagi di iming – imingi serunya rafting ala arus liar plus keindahan cottage tradisional, jadilah kita putuskan berangkat. Saat hari “H” nya meski molor satu jam lebih dari rencana awal keberangkatan (* dan bokin gw yang bikin molor alias telat sendirian hi… hi… *)  jadilah kami berangkat dengan penuh ceria… 1 jam perjalan pertama, sedikit ceria banyak ngedumel coz macet… 2 jam berikutnya, lelah, ngantuk plus BT jam – jam berikutnya… baru setelah 5 jam lebih perjalanan plus 1 jam diantaranya dengan kondisi jalan penuh tikungan curam yang meliuk – liuk mendebarkan sampailah kami ditempat tujuan.

Ternyata yang dibilang cottage tradisional itu berupa gubug bambu berbentuk panggung yang cuma bisa buat tidur doank hi… hi…, tapi asik juga sih lokasinya dikelilingi sungai, jadi untuk masuk ke lokasi cottage harus melewati jembatan gantung setelah sebelumnya melewati jalan setapak dan turun kearah pinggir sungai. Walhasil setelah milih gubuk idaman dan beres – beres plus mandi, acara selanjutnya isi perut yang dihidangkan diatas perahu, lumayan eksotik apalagi cuma diterangi rembulan plus petromax dan beberapa lampu tempel yang digantung di tiap gubuk serta ditemani alunan live musik plus  gemercik suara air sungai, sayangnya beberapa peserta merusak suasana coz tadinya dah asyik makan dengan suasana romantiz diiringi lagu – lagu oldies malah minta lagu dangdut huuuuuuu…

Sayangnya acara api unggunnya batal coz jam 11 malem mendadak hujan, untung acara kambing gulingnya kesampaian, paginya setelah sarapan acara raftingpun dimulai, total dari rombongan yang ikut rafting ada 27 peserta (* coz jatahnya satu keluarga satu peserta klo mo nambah bayar lagi he… he… *), jadinya kami dibagi menjadi 7 perahu, ada yang isi 5 orang plus instruktur, lainnya isi 4 orang plus instruktur, serunya dari arus liar sendiri selain rombongan kami juga ada rombongan lain dari lintas arta dan ketika sudah in action kami juga bertemu dengan rombongan lain dari pengelola yang berbeda (* kaldera *) rombongan mereka sepertinya juga cukup banyak (* hihihi ternyata ada juga yaaa… kirain menjelang puasa gene gak ada yang fam – gath *).

Raftingnya lumayan seru dan mendebarkan coz ternyata berkah hujan semalam membuat debit air menjadi lumayan cocok buat rafting, sehingga jeram yang tersedia menjadi makin menantang dan gak terlalu sering mengakibatkan perahu tersangkut di batu. Setelah melewati beberapa jeram (* total klo gak salah ada 8 jeram *) dengan jarak tempuh sekitar 4 km, plus sekali terjatuh dan terseret arus ditambah sekali sengaja nyebur (* pas di tempat dengan arus yang sedikit tenang sambil menunggu peserta lain *),  akhirnya kami harus merapat kepinggir sungai, meski kalau mau jujur kayaknya kurang lama dan kurang panjang rutenya (* maklum kita cuma dapet pahe alias paket hemat he… he… *), ternyata setelah merapat kami sudah ditunggu kelapa muda segar plus bakwan & lontong, uenaaak tenannn, dan ternyata gak terlalu menyeramkan seperti yang dibayangkan sebelumnya.

Setelah menyeruput kelapa muda segar kami dikembalikan ke start area menggunakan truk besar, dan gak taunya bukan raftingnya yang mengerikan tapi malah perjalanan kembali ke start areanya yang mengerikan, melewati jalan yang cuma muat buat satu truk seperti yang kami tumpangi saja, dengan kondisi jalan berupa tumpukan batu kali, truk yang kami tumpangi harus mendaki dengan belokan tajam, bahkan di salah satu belokan karena terlalu patah jadilah truk kami harus mundur sedikit, padahal dibelakang terlihat jurang menganga, sebagian peserta yang lemah iman jantung gak berani berdiri, sebagian lagi gak berani nengok kebelakang sementara yang lainnya komat – kamit entah mantra apa yang dibaca.

Toh akhirnya kami selamat sampai ke start area semula, setelah bersih – bersih mandi dan lunch acaranya dilanjutkan dengan beberapa game dan undian door prize (* bokin gw dapet kompor gaz hihihi padahal maunya dvd player *), baru jam 14.30 kami ngumpul di bis untuk segera pulang…


rafting08.jpg

“in action nehhh…”


rafting06.jpg

“mejeng dolo ahhh…”


rafting07.jpg

“dah pada siap lom ?…”


rafting09.jpg

“slamet… slamet… woiii rombongan ini gak ada peserta yang namanya slamet !…”


rafring01.jpg

“goyang kiri… goyang kanan…”


rafting21.jpg

“tariiik mang….”


rafting22.jpg

“peace mannn….”


rafting10.jpg

“ini cottage apa gubuk yaaa ?…”


rafting05.jpg

“memantau rute yang akan dilewati sambil ngemil… nyam…”


rafting04.jpg

“instruktur rafting lagi BT…”


rafting03.jpg

“nahhh ini dia instruktur yang paling galak !”


rafting23.jpg

“emang susah ngelatih ibu – ibu…”


rafting02.jpg

“ooo tadi kayak gini yaa rutenya…”

About Ferry ZK

Aku adalah gumpalan daging gempal yang membungkus tengkorak yang pada bagian luarnya diberi bentuk sehingga bisa digolongkan sebagai manusia.
This entry was posted in Gado - Gado. Bookmark the permalink.

10 Responses to Minggu pagi yang mendebarkan…

  1. Pipit says:

    Puaz kan….??? Rencana taun depan rafting lagi, ke.. Amazon…

  2. sultanhabnoer says:

    Memang akhir-akhir ini ada semacam budaya baru yang muncul dengan sebutan Minggu Terakhir. Biasanya sebelum puasa atau tahun baru. Intinya refresing.

  3. dewo says:

    Asyik juga yah?
    Eh, Ryan & Dinda sudah tampak gede ya? Salam buat semua.

  4. Ferry ZK says:

    @ Pipit,

    wew… mentang – mentang disana punya sodara… ikan piranha…

    @ sultanhabnoer,

    ohhh gicu yaaa (* magut – magut *)

    @ Dewo,

    hehehe gak mo ikut sehhh… iya salam juga buat axel…

  5. Netty says:

    Wuah Ryan ganteng juga..udah pantes jadi instruktur beneran hahaha…Dinda, berani amat duduk di tepi sungai..wah bunda-nya mana???😀 wew..bundanya ga berani tuh nemenin Dinda duduk dipinggir sungai…takut kecebur yah hahaha..peace,sist.. Asyik beneeerrrr, tau gitu ikutan deh :(… Btw..ga ada pic waktu kecebur ya,mas??? hahaha

  6. Ferry ZK says:

    @ Netty,

    kekeke rafting aja ga berani doi… hihihi coz gak ada yang berani bawa kamera takut basah…..

  7. mbelgedez says:

    Sayangnya Rafting pas kemarau.
    Airnya Cetek, nggak enak.
    Paling asik pas musim ujan, airnya kencengg….

    Tahun 2001 dulu dilokasi itu belum ada Signal ponsel. Jadi saat bermalam disana kita bener2 seperti mundur balik keperadaban yang lalu, terputus dengan dunia luar.
    Yang ada cuma temaram obor , bunyi Jangkrik dan Uir-uir….
    Ooooo…. damainya….
    Ndak tau sekarang gimana….

  8. Ferry ZK says:

    @ Mbel,

    masih bozzz, masih… tp sinyal seh klo gw pake sempati penuh tuhhh tp masih sama koq yang ada cuma obor, lampu tempel, petromax buat dilapangan plus jangkrik hihihi

    meski kemarau tp malemnya habis hujan bozz jd lumayan tinggi air nya.

  9. Pipit says:

    @ Netty

    Emang ganteng, bikin cewek2 terbirit-birit mendekat🙂
    Boro-boro ke sungai or rafting wong lewat jembatan gantung aja ampek terkencing-kencing, takut kecebur boo…

  10. rivafauziah says:

    ArusLiar Wow… Apalagi Kalau Pas Air Pasang – Jeram semakin Banyak dan Curam. Trus Kalau Bisa Dari Lokasi Arus Liar sampai Ke Pelabuhan Ratu.. 14Km.. 6 Jam di dalam air.. Asik..! Puas Sekali..

    Kapan ya saya ke sana lagi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s