Apakah Imam Mahdi Adalah Seorang Nabi ?

Assalamualaikum pak Ustadz,

Saya tertarik dengan topik tentang menanti kedatangan imam mahdi (http://www. Eramuslim. Com/berita/lpk/7c23061636-catatan-haji-eramuslim-1428h-menanti-imam-mahdi-makkah-bag. 1. Htm).

Terbesit dalam benak saya untuk menanyakan tentang status dari imam mahdi, apakah beliau adalah berpangkat nabi?

Waalaikumsalam Wr. Wb.,

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, tidak ada nabi sepeninggal beliau. Bahkan Isa as pun ketika nanti kembali turun ke muka bumi, status kenabiannya pun lepas. Beliau hanya berstatus orang biasa, tidak lagi berstatus nabi. Apalagi imam Al-Mahdi, tentunya beliau pun bukan nabi, beliau hanya seorang anak manusia biasa yang nanti akan diberikan keutamaan dan kemenangan bersama dengan umat Islam.

Justru kalau kita mengatakan bahwa Imam Mahdi itu nabi, maka otomatis kita pun menjadi kafir kepada kenabian Muhammad SAW. Sebab bunyi dua kalimat syahadat kita adalah pengakuan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa nabi Muhamad adalah utusan Allah.

Pengakuan bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah tidak berhenti sampai di situ. Bukan sekedar percaya kenabian Muhammad saja, melainkan tidak menjadi siapapun selain dia sebagai nabi yang diikuti dan dijalankan syariatnya.

Nabi yang terdahulu kita akui kenabiannya, tetapi kenabiannya hanya untuk kaumnya masing-masing, sedangkan kita tidak bernabi kepada mereka. Dan setelah wafatnya nabi Muhammad SAW, kita tidak pernah mengakui adanya kenabian lain. Termasuk Al-Mahdi yang nanti akan datang, kita tidak menjadikannya nabi. Sosok Al-Mahdi bukan sumber hukum agama, bukan pembawa syariah, juga tidak ada jaminan kemakshuman sebagaimana nabi. Bahkan dia pun juga tidak punya mukjizat sebagaimana para nabi dan rasul.

Imam Al-Mahdi hanya manusia biasa, bukan nabi apalagi rasul. Dia boleh jadi memang orang yang pandai, baik dan punya kelebihan yang Allah tidak berikan kepada kita. Boleh jadi dia memang akan memimpin dunia Islam nantinya serta akan menghabisi para angkara murka, seperti sosok Dajjal dan seterusnya. Namun biar bagaimana pun dia tetap bukan nabi.

Dan posisi kita bukan nihilis apalagi apatis dengan realitas fitnah di zaman ini. Kita tidak diperintah Rasulullah SAW untuk hanya sekedar duduk diam termenung merutuki nasib, sambil menunggu-nunggu kedatangan imam Al-Mahdi. Hari ini buat kita, dengan atau tanpa Al-Mahdi di tengah kita, kita tetap wajib berjihad, berjuang dan berdakwah melawan kebatilan.

Rasulullah SAW ketika banyak bercerita tentang kedatangan pemimpin akhir zaman itu tidak berpesan kepada umat Islam untuk sekedar menunggu-nnggu saja sambil berpangku tangan. Tidak demikian.

Dan tentunya tema besar umat Islam di akhir zaman juga bukan semata-mata mengunggu kedatangan Al-Mahdi. Dia mau datang sekarang atau kapan-kapan nanti, itu urusan Allah. Dan kita tidak perlu ribut dan sibuk berdebat dengan hal yang masih ghaib itu.

Yang perlu kita lakukan sekarang ini adalah beramal, berdakwah dan mengajak orang untuk kembali kepada ajaran Islam.

Tentunya dengan diawali oleh diri kita sendiri dulu. Sebagai da’i, sudah sejauh mana ilmu dan bekal kita dalam dakwah. Apakah kita sudah belajar lebih dalam ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu ushul fiqih, ilmu fiqih dan tentunya bahasa Arab?

Sebab bagaimana kita mau membangun umat, peradaban dan syariah, kalau kita malah awam dan bodoh terhadap syariah kita sendiri? Dan bagaimana kita mungkin kita bicara hadits nabi tentang akhir zaman, kalau ilmu naqd (kritik) hadits saja tidak pernah kita pelajari? Apakah kita mau menyebarkan hadits palsu dan dhaif? Tentu tidak, bukan?

Bagaimana kita mau menerangkan isi Al-Quran kalau kita tidak mengerti ilmu tafsir? Bagaimana kita mau bicara tegaknya syariah kalau justru ilmu syariah malah tidak kita kuasai? Dan bagaimana semua ilmu itu kita kuasai tanpa kita melek bahasa Arab?

Jadi mari pelajari ilmu-ilmu keIslaman ini, lalu kita berdakwah dan mengajak umat kembali ke jalan yang benar sambil merapatkan barisan dan membangun potensi umat. Itu jauh lebih baik dari pada hanya bengong menghayal menunggu-nunggu, meramal dan menghitung-hitung datangnya Imam Mahdi.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

About these ads

About Ferry ZK

Aku adalah gumpalan daging gempal yang membungkus tengkorak yang pada bagian luarnya diberi bentuk sehingga bisa digolongkan sebagai manusia.
This entry was posted in Fiqih Ahmad Sarwat, LC and tagged , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Apakah Imam Mahdi Adalah Seorang Nabi ?

  1. elfan says:

    Kalau anda masih berpendapat ‘ada’ keturunan Ahlul Bait, maka timbul pertanyaan berikutnya:
    1. Keturunan Ahlul bait dari manalah yang anda pilih dan yakini, apakah dari keturunan?
    a. Sunni
    b. Syiah
    c. Hasyim
    d. Ahmadiyah dll.
    2. Selanjutnya dikabarkan bahwa dari keturunan Ahlul bait tersebut akan lahir Imam Mahdi maka mana pula yang anda pilih dan yakini bahwa apakah dari:
    a. Imam Mahdi kelompok Sunni dan Hasum masih akan lahir;
    b. Imam Mahdi Syiah sudah lahir tapi kini menghilang dulu, nanti dia datang kembali.
    c. Imam Mahdi Ahmadiyah sudah datang dan sudah wafat yakni Mirza Ghulam Ahmad
    Rasanya ya gara-gara kita ‘nungguin’ sang tokoh Imam Mahdi, maka kaum Muslim di dunia terlena dng ketidakpastian!
    Yang sudah pasti, sudah ada Al Quran dan sudah hadir Nabi Muhammad SAW sebagai ‘nabi penutup’ adalah mukjizat terakhir dari Allah SWT kepada umat manusia.

    Jadi, jangan ditunggu Nabi Isa As akan datang karena misinya sudah selesai (QS. 2:134 dan 141; 21:34-35) dan begitu juga Imam Mahdi tidak akan muncul walaupun semua sekte dalam kaum Muslim ada yang meyakini ditambah pula dari berbagai agama non-Islam juga menanti kedatangan Imam Mahdi atau semacam itu.
    .
    Dan, inilah pula penyebab perebutan ‘sang pemimpin’ Imam Mahdi sehingga semua agama mengakui akan datang sang tokoh ini. Pada Kitab Suci umat Islam sama sekali tidak menyebut akan datang lagi IMAM MAHDI dan apalagi akan datang kembali Nabi Isa As. Sang Mesiah itu sudah ditutup dengan pernyataan Tuhan, Allah SWT sendiri (QS. 33:40).

    sebagian kaum Muslim masih ada yang ditunggunya, ada yang nunggu Nabi Isa As. kembali lagi dan ada pula yang nunggu Imam Mahdi, apa iya?

    Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?

    Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. 21:34-35)

    Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 2:134 dan atau 141)

  2. lahan kaka says:

    datang imam mahdi bisa saja bergelar nabii karna kalau dikatang nabi seperti nabi muhammad yang sbenarnya belum dpat di maknai oleh umat jaman skarang ,,,jutru munculnya sang mahdi akan mempertagas siapa nabi muhammad yang sesungguhnya,,
    imam mahdi memang dari ahlul bait tapi bukan dari ahlul bait yang sodara maksudkan dari golongan diatas ,, karna mahdi tidak dari satu golongan untuk mempertegas golagan itu.

  3. DENI HERYANA. says:

    BETUL ITU MAS BETUUUUUUUUUUUUUUUUUL SEKALI SETUJU LAH SAYAH MAH

  4. andi cahyadi says:

    Yang dimaksud lslam adalah selamat ,atau jalan selamat ,hidup selamat ..artinya semua org apapun agama ,kepercayaan dan keyakinannya mereka semua hidup(selamat) dan mencari hidup yg selamat ,dan biar hidupnya selamat didunia ..JADI siapapun dan apapun agamanya Kita semua itu lslam ..org muslim ya lslam ,org kristen ya lslam ,org hindu budha pun lslam ..dgn memahami hal ini saja dulu org2 tdk akan ada perbedaan dan bs mempersamakan dari semua perbedakan … Udah dulu ya .,utk lmam mahdi ,djajal ,lsa dll tentang apa yg sebernarnya Tuhan kehendaki dlm hidup ini yg tertuang dlm kitab2 suci bisa saya jelaskan kalo kalian memang benar2 mau tau ..trm ksh

  5. Wawin F says:

    dajjal/anti christ/lucifer ruled all country trough banking system that all country used today , they used that moneytary banking system (dajjal/anti/lucifer christ get fund for free) to divide,funding war, slave,debt,stress for lack of money,opression,murder & counquer each individu in all country , God said that in Golden Age All Will Be Free No more price tag, No debt , to eat, to feed your kid , to travel,to work & to pray , all money system will be erased !!! , free energy will be produced & used world wide.

  6. kedunghalang says:

    Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa melihatnya, maka baiatlah kalian kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifah Allah, Al Mahdi.” (HR Sunan Ibnu Majah & Sunan Abu Daud).

    Apakah Ahmad Sarwat, Lc. pernah membaca hadits tersebut? Jika sudah/belum, coba tafsirkan kandungan hadits tersebut, karena maknanya sangat banyak, termasuk betapa pentingnya kedatangan seorang Imam Mahdi bagi Ummat Islam yang sudah terpecah-belah sebagaimana telah dinubuatkan oleh Rasulullah saw (HR Sunan Tirmidzi).

  7. John says:

    Kenapa kata Allah selalu memakai kata Kami, bukangkan kata “Kami” mengacu bentuk Jamak? Berarti Allah itu lebih dari satu.

  8. Ryan says:

    “Kami” adalah terjemahan yang paling mendekati dalam bahasa indonesia, karena firman ALLAH SWT kepada nabi Muhammad SAW. tidak disampaikan langsung oleh ALLAH SWT melainkan melalui malaikat Jibril, maka ketka ALLAH SWT berfirman “Aku” disampaikan oleh malaikat jibril kepada nabi Muhammad SAW yang arti terjemahanya mendekati arti “Kami” karena kalau disebutkan “Aku” seperti firman ALLAH yang di sampaikan kepada jibril makin rancu apakah “Aku” jibril atau “Aku” ALLAH.

  9. btc says:

    salah……, apakah Allah tidak langsung memilih kata “Jibril” dari pada “Kami”, sehingga tidak menimbulkan kecancuan bagi umat manusia, jadi kalau Allah memakai kata “Kami” tentu ada makna tertentu yang belum tersingkap.

  10. Hamba ALLAH says:

    @ atas,

    sepertinya anda harus mendalami ISLAM dulu, yang menyampaikan firman ALLAH SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah malaikat Jibril sedangkan firman adalah perkataan ALLAH untuk Nabi Muhammad SAW, memilih kata “Jibril” langsung daripada “kami” jadinya seperti apa ? bisa anda contohkan ? atau malah membuat makna apalagi tafsir kian bias ?

    kalau anda mencoba mempersekutukan Tuhan dengan kata “Kami” seperti kebiasaan agama anda coba anda tanya diri sendiri kalau Tuhan itu tiga mana Tuhan yang lebih tinggi ? kalaulah tiga itu satu kenapa ada kata “…duduk disebelah kanan bapa…” lalu kemana larinya roh kudus ? bukankah dalam kitab kejadian roh kudus itu yang melayang-layang sebelum penciptaanya langit dan bumi ? kenapa kemudian sang “Bapa” lebih dominan dalam bible dan dalam do’a penganutnya malah sang anak yang menjadi Tuhan sedangkan sang “Bapa” cukup menjadi “ALLAH Bapa” dan “roh kudus” diabaikan ? apakah saat ini mereka bertiga sedang berkelahi untuk memperebutkan tahta Tuhan tertinggi ?…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s