Tegak disini pada bentang bumi
termangu pasrah dihimpit sunyi yang gemersik
sepi kali ini kataku kemarin…
sepi saat ini ujarku hari ini…
sementara deru ombak mematahkan makna sunyi
dan camar – camar tetap saja beryanyi tanpa perduli
pada tonggak – tonggak yang berdiri memancang angkuh di pingiran tepi
Ahhh… Senja merajuk hari ini
sedikit tersungut pada mentari yang mulai surut
merajuk pada hujan pemalu yang berkilau diterpa semburat jingga sang mega
dan para camarpun memekik gegap gempita
“sini… sini… nikmati lukisan sang pencipta” ujar mereka
dadaku pun mengembang tanda suka cita
sungguh bahagia adalah kata yang sulit dicerna
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis






Bagus yaa
Pantai emang selalu indah dan inspiratif
terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis poetry hujan..^^