
Saudaraku,
Jika tanah yang merekah serta api yang membuncah adalah kalam
Dimanakah rasa hendak dipanjikan
Sementara jerit tangis dan isak sendu buah hati telah terbungkam
Memejam pasrah dengan wajah ikhlas meski tanpa ruh lagi terdiam
Akankah pintu surga yang terbuka dianggap kelam ?
Saudaraku,
Sepinggan penat berbumbu keringat telah coba kami kirimkan
Tentulah belum sebanding dengan luka yang mencekat
Belum lagi puing debu serta liang lahat
Kemanakah dawai duka hati ini akan tertambat ?
ranah dan rantau sungguhlah tidak dekat
Saudaraku,
Meski do’a yang teriring tidaklah terlihat
Dan biru lebam belum lagi bertobat
Semoga ALLAH memudahkan sanak kerabat
Hendaklah duka ranah minang saja yang terangkat mangkat
tali kita sungguhlah kuat
Daan Mogot Duka Oktober 2009




Allah pasti meringankan derita dan memudahkan jalan bagi yang telah wafat. Terutama anak-anak yang belum mengenal dosa.
Blog yang bagus, ingin baca tulisan tentang Patriotisme Pelajar di Ujung Tanduk. Klik di http://astriani.wordpress.com/2009/10/23/patriotisme-pelajar-di-ujung-tanduk/
Mantap Bro…lanjutkan!!!