Hihihi kalau bicara “ukuran” orang indonesia, pasti yang terfikir adalah “ukuran” benda pusaka yang dimiliki kaum pria. Padahal kan ga juga ya, kan bisa aja berarti “ukuran” bukit beban yang dibawa kaum hawa (* walah saru juga *). Tapi apa hubunganya sama pembuat karoseri Bus ???
Ternyata pembuat karoseri Bus juga punya kepentingan dengan “ukuran” orang indonesia, tetapi tentu “ukuran” dalam skala keseluruhan, bukan hanya “ukuran benda pusaka” atawa “ukuran bukit beban” saja. Tetapi sangat disayangkan pembuat karoseri Bus ternyata berpendapat sama dengan pandangan umum yang ada di masyarakat kita bahwa “ukuran” orang indonesia kebanyakan adalah “kecil“. Sehingga pada akhirnya mereka membuat kursi penumpang pada karoseri Bus mereka dengan persepsi yang sama dengan persepsi umum bahwa “ukuran” orang Indonesia adalah “kecil“.Jadilah kursi karoseri mereka (entah yang untuk sejajar dua-dua maupun untuk yang dua-tiga) dipersiapkan untuk ukuran “kecil“. Bayangkan saja jika anda mesti berpergian jauh (seperti saya yang pulang pergi kerja mesti melewati 3 provinsi 4 kota) menggunakan Bus dengan kursi yang dibuat untuk penumpang berukuran “kecil” sementara anda (* sebenarnya sih saya
*) berukuran lebar besar. Dengan jarak tempuh plus macet kurang lebih dua setengah jam sampai tiga jam sementara anda duduk di kursi yang diperuntukan untuk 3 orang.
Kalau kebetulan dapat posisi di sebelah pinggir masih bisa ditolerir, paling banter duduk anda yang jadi tidak nyaman (cuma separuh bottom anda saja yang duduk) lha kalo dapat ditengah sementara kanan dan kiri anda berukuran kurang lebih sama lebar besar dan tidak ada yang bersedia berjiwa besar (* ngalah duduk minggiran dikit *) ? Jadilah anda dan teman duduk anda (yang kiri dan yang kanan) adu tenaga sepanjang perjalanan dengan anda, walhasil setelah lebih dari sebulan anda berubah menjadi Arnold Schwarzeneger (* bener ga ya ejaanya *) he… he…




Sapa bilang ukuran orang Indonesia kecil HUH !
Nehhhh punya guaaa GEDHE
Mungkin si pembuat karoseri “ukurannya” kecil, makanya bikin “ukuran” kecil-kecil.
Mungkin juga masalah ngejar “ukuran” setoran. Lho saya koq jadi ketularan nulis “ukuran”.
apanya yang kecil? orang gedhe gt kok….
lha itu keliatan tu…
Yang lebih penting adalah jiwanya yg besar. Jangan hanya otot yg dibesarin!!!
(** Kabur **)
Sebetulnya bukan salah bangku bus yang kecil, tapi bodymu yang besaaarrr…..
Emang ada persepsi kalo punya orang Indonesia ukurannya “kecil”? Lha wong baru liat satu…hiiii…..
(*lari terbirit-birit*)
@ fulan
kayanya sih iya Pak fulan, klo dibuat lebar – lebar ga bisa muat banyak yaaaa…
@ syah
mana… mana…
@ dewo
otot yang mana nehh yang dibesarin (* melongo kebingungan *)
@ Pipit
baru satu apa baru sa.. tu..
Boro-boro bisa duduk. Kaki satu sudah naik di bus saja sudah syukur.
Nglewatin 3 provinsi dan 4 kota? Wah..wah…wah, nglajunya niat bener. Itu mah bukan salah bus-nya, Mas!
@ Kang Kombor
hi… hi… iya Kang, berangkat dari Provinsi Jawa Barat dari kota Bogor lewat kota Bekasi lewat provinsi DKI dan kota Jakartanya dengan tujuan kota Tangerang provinsi Banten
(
Knapa yaaa cuma Pesawat aja yang sudah manusiawi ukuran kursinya, sementara bus, kereta api, kapal laut masih formalitas aja ukuranya
(
Demi uang kenyamanan tergadaikan, itu karena disesuaikan dengan kantong orang indonesia yang lebih banyak, yang sukah berpayah-payah. Bahkan kalau kita liat kereta api itu, mereka berprinsip asal katut, gak perduli bahaya. Siapa yang perlu menyelesaikan persoalan ini.
Numpang nimbrung nih Mas… ™
@ helgeduelbeck
Hehehe.. jadi malu. Tapi, kalo ga gitu, biasanya orang miskin seperti saya susah pulang kampung Pak. Departemen Perhubungan masih divonis sebagai Departemen Terkorup?
.
@ Ferry
Kalau berbicara masalah “ukuran”, setahu saya memang “ukuran” rata-rata orang Indonesia tidak jauh-jauh dari 12 s/d 14 cm ketika “aktif”. Kalau tidak salah, informasi ini dari (siapa lagi kalau bukan) Dr. Boyke. Tapi masih mending dibanding orang Jepang. Dan mereka tempat duduk di kereta api atau alat transportasi lainnya sepertinya luas-luas tuh…
pak ferry meskipun badan saya kecil tapi selera geeedeee lohh
kekekeke kirain apanya yang gede tri…
Tulisannya menarik Bung!
Ukuran he…he….kata orang, bangsa Arab jagonya. Ndak percaya bandingkan aja.
besar kecil bis ditentukan bayarannya he3x…….
@ sultanhabnoer,
ho’oh katanya gedhe yak… lhaaaa klo orang indon merit ma orang arab gimana jadinya
@ dodik,
barangkali besar kecil bis ditentukan ukuran penumpangnya hi.. hi..
Wah, setuju banget saya dengan posting anda… Memang bis kota suka sempit-sempit, terutama jarak antar baris bangku. Walhasil, untuk orang yang tinggi seperti saya, harus setengah jongkok kalau duduk di sisi jendela… hehehe..
MAU JUAL PULSA ELEKTRIK? ATAU BELI PULSA DENGAN HARGA MIRING??? KLIK SINI SAJA….